Desa Balong di Blora, Kembangkan Wisata Edukasi Keramik


Blora - Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, cukup berhasil dalam membangun desa wisata, untuk menopang perekonomian masyarakatnya, dengan melestarikan potensi kekaryaan berbasis keramik.

Geliat warga di Desa Balong, yang merupakan desa binaan Ademos, bekerja-sama dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), untuk meningkatkan perekonomian melalui pengembangan wisata edukasi keramik, sudah mulai dilirik masyarakat di luar desa bahkan di luar kecamatan setempat, yang mulai berkunjung ke Desa Balong untuk belajar membuat keramik.

 Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi PAUD Mekarsari Kelurahan Tegal Gunung dan RA Muslimat 17 Desa Keser Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, yang berkunjung ke Griya Keramik Blora, Sabtu (16/03/2019). Selama tiga jam lebih, mereka diajari bagaimana membuat keramik oleh perajin keramik Desa Balong.


Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Balong, Susanto mengatakan, setiap pengunjung yang berwisata edukasi keramik, dibekali dengan wawasan terkait keramik, pemilihan bahan, proses pembuatan hingga pewarnaan keramik. "Keramik yang mereka hasilkan dan warnai, boleh dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Griya Keramik Blora Desa Balong," ujar pria kelahiran Desa Balong tersebut. Bentuknya pun dibuat sesuai permintaan pengunjung. Ada yang minta membuat tokoh kartun, seperti minion, doraemon, hello kitty, boneka berbie, ikan, atau berbagai macam lainnya. "Hasil keramik yang dibawa pulang pun dapat langsung digunakan. Untuk celengan, aksesoris, hiasan, dan lain sebagainya," tuturnya mengimbuhkan.



Salah satu guru pendamping dari RA Muslimat 17 Desa Keser Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, Eva Suci Rahayu, mengaku jika siswa-siswinya sangat senang. Karena satu rombongan bisa ikut mempraktikkan sendiri cara membuat keramik. “Kegiatan kali ini bagian dari pendidikan di luar sekolah. Wisata Edukasi Keramik Desa Balong dipilih karena mendekatkan diri siswa pada peralatan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari," tuturnya. Seperti tempat minum, cobek, piring, gelas, pot bunga dan lain-lain. "Harganya juga murah, cukup dengan membayar 10 ribu rupiah, kita bisa belajar membuat keramik dan membawa pulang kerajinan keramik yang kita buat," katanya mengimbuhkan.

Wisata Edukasi Keramik Desa Balong sendiri diprakarsai oleh Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan difasilitasi oleh Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos). Diharapkan, dengan dikembangkan wisata edukasi keramik ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahetraan warga.

1 komentar: